BERITA SEPUTAR AYAM

Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Viral Pada Ayam

Ayam merupakan hewan ternak yang banyak diambil manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan semakin bertambahnya populasi ayam, maka penyakit yang menyertainya juga semakin banyak. Berikut ini Sabung Ayam Online akan memberikan informasi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Viral Pada Ayam.

Banyak sekali jenis-jenis penyakit yang sering ditemukan pada ayam salah satunya penyakit viral. Penyakit Viral adalah penyakit pada ayam yang disebabkan oleh virus seperti nikroorganisme, bakteri, jamur dan parasit. Serangan penyakit pada ayam merupakan penyebab utama gagalnya suatu usaha budidaya. Selain penyakit-penyakit menular yang mematikan, penyakit-penyakit yang tidak mematikan pun perlu mendapatkan perhatian, mengingat penyakit-penyakit tersebut juga menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Pengamanan terhadap penyakit harus mendapatkan prioritas dan perhatian khusus, dimana pengendalian tersebut terdiri dari usaha pencegahan, pengobatan dan pembasmian.

Berdasarkan penelitian Sabung Ayam Online di laboratorium Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Viral Pada Ayam adalah Newcastle Disease (Tetelo), Flu Burung, Marek, Gumboro, Pox, Infectious Coryza (Snot), Pullorum, Colibacillosis, Cholera unggas, Anthrax, Aspergillosis, Candidiosis, Coccidiosis, Histomoniasis, Cryptosporidiosis, Trichomoniasis, infestasi ektoparasit dan cacing.

Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Viral Pada Ayam

1. Penyakit Avian Encephalomyelitis (AE)

Penyebab : Penyakit Avian Encephalomyelitis disebabkan oleh virus RNA dari family Picornaviridae. Penyakit AE umumnya menyerang anak ayam umur 1-4 minggu, sedang pada ayam petelur hanya mengakibatkan penurunan produksi telur antara 5-20%, yang mempengaruhi daya tetas telur yang diproduksinya. Bila diingat bahwa Penyakit AE ini ditularkan melalui telur maka “Breeder” yang paling dirugikan akibat serangan penyakit ini.

Gejala klinis : Pada anak ayam umumnya umur 1-2 minggu ditemukan gejala antara lain ayam awalnya tampak sayu, diikuti ataksia karena adanya inkoordinasi dari otot-otot kaki, sehingga ayam dapat jatuh ke samping dengan kedua kaki terjulur ke satu sisi, tremor pada kepala dan leher terutama bila dipacu, keadaan akan berlanjut dengan kelumpuhan dan diakhiri dengan kematian. Pada ayam petelur gejala yang terlihat hanyalah penurunan produksi telur antara 5-10% dan tidak diikuti gejala gangguan syaraf. Pada ayam pembibitan ditemukan adanya daya tetas telur yang menurun dan anak ayam yang ditetaskan akan banyak tertular penyakit AE.

Pencegahan dan Pengobatan : Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi. Cara pengobatan belum ada. Pada ayam yang masih hidup dapat diberikan ransum pakan yang baik disertai vitamin dan elektrolit.

2. Penyakit Avian Influenza (AI) / Flu Burung

Penyebab : Penyakit Avian influenza (AI) pada ayam yang disebabkan oleh virus influenza type A subtipe H5 dan H7. Semua ayam dapat terserang virus influenza A, tetapi wabah AI sering menyerang ayam dan kalkun. Penyakit ini bersifat zoonosis dan angka kematian sangat tinggi karena dapat mencapai 100%. Virus ss-RNA yang tergolong family Orthomyxoviridae, dengan diameter 80-120 nm dan panjang 200-300 nm.

Gejala Klinis : Gejala klinis yang terlihat pada ayam penderita HPAI antara lain adalah, jengger, pial, kelopak mata, telapak kaki dan perut yang tidak ditumbuhi bulu terlihat berwarna biru keunguan. Adanya perdarahan pada kaki berupa bintikbintik merah (ptekhie) atau biasa disebut kerokan kaki. Keluarnya cairan dari mata dan hidung, pembengkakan pada muka dan kepala, diare, batuk, bersin dan ngorok. Nafsu makan menurun, penurunan produksi telur, kerabang telur lembek. Adanya gangguan syaraf, tortikolis, lumpuh dan gemetaran. Kematian terjadi dengan cepat. Sementara itu pada LPAI, kadang gejala klinis tidak terlihat dengan jelas.

Pencegahan dan Pengobatan : Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Avian Influenza. Usaha yang dapat dilakukan adalah membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makannya dengan memberikan tambahan vitamin dan mineral, serta mencegah infeksi sekunder dengan pemberian antibiotik. Dapat pula diberikan pemanasan tambahan pada kandang.

3. Penyakit Cacar

Penyebab : Penyakit cacar disebabkan oleh DNA Pox virus ukuran besar. Terdapat 4 strain Pox virus yang mirip satu sama lain dan secara alami menginfeksi spesies sesuai dengan namanya, yaitu : Virus Fowl pox, Virus Turkey pox, Virus Pigeon pox dan Virus Canary pox.

Gejala Klinis : Cacar dapat terjadi dalam salah satu bentuk yaitu bentuk kulit atau bentuk difterik, ataupun kedua bentuk tersebut. Gejala klinis bervariasi tergantung pada : kepekaan inang/hospes, virulensi virus, distribusi lesi dan faktor komplikasi yang lain. Gejala umum yang timbul adanya pertumbuhan yang lambat pada unggas muda, penurunan telur pada periode bertelur,adanya kesulitan bernapas dan makan.

Pencegahan dan Pengobatan : Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin. Seperti penyakit virus yang lain, untuk penyakit cacar tidak ada obat yang spesifik dan efektif.

4. Penyakit Chicken Anemia Syndrome

Penyebab : Penyakit Chicken anemia syndrome disebabkan oleh Chicken Anemia Agent (CAA), termasuk grup Circovirus. Virus berukuran 18-26,5 nm, tergolong ss-DNA, tidak beramplop dan berbentuk ikosahedral. CAA merupakan penyakit viral yang bersifat akut pada ayam muda. Penyakit ditandai adanya anemia aplastika dan atrofi organ limfoid yang mengakibatkasn terjadinya imunosupresif.

Gejala Klinis : Pada kasus akut gejala klinis muncul pada ayam umur 7-14 hari, ditandai dengan hambatan pertumbuhan dan anoreksia. Pada bagian muka, pial dan jengger tampak pucat, bulu ayam berdiri disertai dengan terjadinya peningkatan mortalitas ayam sekitar 5-16%, tetapi pernah mencapai 60%.

Pencegahan dan Pengobatan : Pencegahan dilakukan dengan cara vaksinasi. Pengobatan dengan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder dapat membantu menurunkan kasus.

5. Penyakit Egg Drop Syndrome 1976 (EDS’76)

Penyebab : EDS’76 disebabkan oleh Adenovirus dari famili Adenoviridae. Virus EDS’76 dapat mengaglutinasi eritrosit ayam, itik dan kalkun. Virus EDS’76 diduga berasal dari adenovirus itik. Musim hujan dan kering tidak mempengaruhi secara langsung penyakit EDS’76, tetapi dapat memperberat kasus penyakit akibat faktor stres.

Gejala Klinis : Gejala klinis EDS’76 biasanya tampak pada ayam berumur 25-35 minggu dengan gejala khas berupa penurunan produksi telur dengan kualitas jelek. Kualitas telur yang jelek dapat berupa hilang atau berkurangnya warna kulit telur, kulit telur lunak, tipis atau bahkan tanpa kulit dan ukuran telur menjadi sangat kecil.

Pencegahan dan Pengobatan : Pencegahan terhadap EDS’76 dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi pada ayam menjelang produksi. Tidak ada obat yang efektif dalam menurunkan keparahan ataupun mengurangi gejala penyakit.

6. Penyakit Helicopter Disease

Penyebab : Penyebab utama penyakit ini adalah Reovirus, tetapi beberapa agen lain dapat terlibat, seperti rotavirus, parvovirus, enterovirus-like viruses dan toga virus-like agent. Helicopter Disease merupakan penyakit penyebab gangguan pertumbuhan terutama pada ayam pedaging umur 1–6 minggu.

Gejala Klinis : Anak ayam yang terserang penyakit ini menunjukkan penurunan laju pertumbuhan yang nyata pada umur pemanasan/brooding yaitu 5-7 hari. Kelainan bulu tampak pada ayam yang sakit, termasuk patahnya tungkai bulu sayap primer dan bertahannya warna kuning pada bulu di bagian bawah kepala sampai umur 30 hari.

Pencegahan dan Pengobatan : Untuk mencegah terjadinya malabsorbsi, formulasi pakan dapat dievaluasi untuk meyakinkan kecukupan zat-zat gizi. Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk pengendalian penyakit ini.

7. Penyakit Inclusion Body Hepatitis (IBH)

Penyebab : Penyakit Inclusion Body Hepatitis (IBH) disebabkan oleh Adenovirus, familia Adenoviridae. IBH disebabkan oleh sedikitnya 3 serotipe dari DNA Adenovirus dan diperkirakan minimum ada 19 serotipe Avian Adenovirus yang pernah dideteksi dari ayam, kalkun, angsa dan entok. Inclusion Body Hepatitis (IBH) merupakan penyakit akut, menyerang ayam muda umur 4-8 minggu.

Gejala Klinis : Hampir semua infeksi Adenovirus tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas. Jengger kelihatan pucat, pial dan kulit muka juga pucat, depresi, lemah dan kemungkinan diikuti dengan penyakit lainnya. Gangguan pernafasan sering terjadi pada anak ayam dan pada ayam dewasa kadang terjadi penurunan produksi telur.

Pencegahan dan Pengobatan : Pencegahan infeksi paling baik dilakukan dengan praktek manajemen pemeliharaan yang optimal. Seperti pada penyakit yang disebabkan virus lainnya, belum ada pengobatan untuk penyakit ini.

8. Penyakit Infectious Bronchitis (IB)

Penyebab : Penyakit Infectious Bronchitis (IB) adalah penyakit pernapasan akut dan sangat menular pada ayam. IB disebabkan oleh virus dari genus coronavirus dari family Coronaviridae. Virus IB termasuk virus ss-RNA, berbentuk spherik atau pleomorfik dengan diameter 90-200 nm. Spesies rentan terhadap penyakit IB hanyalah ayam, baik broiler ataupun layer, tetapi pernah dilaporkan kejadian pada itik dan burung liar.

Gejala Klinis : Gejala klinis pada anak ayam ditandai dengan batuk, bersin, ngorok, keluar leleran hidung dan eksudat berbuih di mata. Anak ayam yang terkena tampak tertekan dan akan cenderung meringkuk di dekat sumber panas. Gejala klinis muncul dalam waktu 36 sampai 48 jam.

Pencegahan dan Pengobatan : Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan infectious bronchitis. Usaha yang dapat dilakukan adalah membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makannya dengan memberikan tambahan vitamin dan mineral.

9. Penyakit Infectious Bursal Disease (IBD)

Penyebab : IBD merupakan penyakit menular akut pada ayam berumur muda, disebabkan oleh Virus IBD tergolong virus RNA dari genus avibirnavirus dan family birnaviridae. Kerugian ekonomi yang diakibatkan cukup besar karena menyerang anak ayam berumur muda (kurang dari tiga minggu) dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi.

Gejala Klinis : Ayam yang terserang ditandai dengan gejala depresi, nafsu makan menurun, lemah, gemetar, sesak nafas, bulu berdiri dan kotor terutama bulu di daerah perut dan dubur, selanjutnya diikuti dengan diare, feses berwarna putih kapur dan kematian yang terjadi akibat dehidrasi.

Pencegahan dan Pengobatan : Cara pencegahan yang paling efektif adalah melakukan vaksinasi. Tidak ada pengobatan yang efektif. Namun perlakuan terhadap ternak ayam yang sakit dapat diberikan pengobatan, misalnya dengan tetes 5% dalam air minum selama 3 hari, gula merah 2% dicampur dengan NaHC03 0,2% dalam air minum selama 2 hari.

10. Penyakit Infectious Laryngo Tracheitis (ILT)

Penyebab : Penyebab ILT adalah virus herpes, berbentuk kuboid beramplop, peka terhadap ether, dan memiliki inti DNA. Virus ILT diklasifikasikan sebagai anggota famili Alphaherpesviridae dengan nomenklatur virologi Gallid herpesvirus I. Infectious laryngo tracheitis (ILT) merupakan penyakit akut pada ayam yang ditandai dengan gejala khas pada saluran pernafasan, kesulitan bernafas dan keluarnya eksudat berdarah.

Gejala Klinis : Gejala khas infeksi akut adalah adanya leleran hidung, suara mengorok yang diikuti dengan batuk dan tarik nafas. Tanda klinis dengan adanya kesulitan bernafas dan keluarnya cairan mukus berdarah adalah khas untuk bentuk penyakit ILT parah.

Pencegahan dan Pengobatan : Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin. Tidak ada obat yang efektif dalam menurunkan keparahan ataupun mengurangi gejala penyakit.

11. Penyakit Lymphoid Leukosis (LL)

Penyebab : Virus penyebab penyakit Lymphoid Leukosis adalah Leukovirus digolongkan ke dalam famili Retroviridae genus Oncorna C. secara morfologi dan strukturnya menyerupai virus RNA yang bersifat onkogenik yang ditemukan selain pada ayam. Lymphoid leukosis (LL) merupakan penyakit neoplasma pada ayam bersifat menular.

Gejala Klinis : Ayam yang terserang mempunyai masa inkubasi lama dengan gejala tidak menyolok, sulit dibedakan antara ayam yang baru tertular dari ayam yang tidak terpapar. Pada stadium lanjut, maka akan terlihat adanya pial yang kering dan gejala umum antara lain kelihatan pucat, jengger dan pial sianosis, nafsu makan menurun, menjadi kurus dan lemah, perut tampak membesar dan bila diraba (palpasi) terasa mengeras.

Pencegahan dan Pengobatan : Sampai saat ini belum ada pengobatan untuk penyakit Lymphoid Leukosis (LL). Vaksin untuk LL sampai saat ini juga belum tersedia, oleh karena itu usaha pencegahan lebih difokuskan pada manajemen pemeliharaan yang baik dan benar.

12. Penyakit Marek’s Disease (MD)

Penyebab : Penyebab penyakit Marek’s adalah virus herpes-2 golongan B dari famili Herpesviridae. Virus berbentuk heksagonal, tidak beramplop dengan berukuran sekitar 85-100 nm sampai 150-170 nm. Penyakit Mareks adalah penyakit menular pada ayam yang ditandai oleh proliferasi dan infiltrasi sel limfosit pada syaraf, organ viseral, mata, kulit dan urat daging.

Gejala Klinis : Gejala klinis yang terlihat pada ayam penderita Marek’s adalah hilangnya keseimbangan tubuh diikuti kelumpuhan pada bentuk klasik (paralisis sebagian atau seluruh kaki dan sayap) dan bilateral. Jika terjadi kelumpuhan spastik (unilateral), maka salah satu kaki direntangkan ke depan dan satu kaki lainnya ke belakang.

Pencegahan dan Pengobatan : Penyakit Marek’s dapat dicegah dengan cara melakukan vaksinasi secara ketat dan teratur serta menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk penyakit Marek’s.

13. Penyakit Newcastle Disease (ND)

Penyebab : Penyebab ND adalah virus yang tergolong Paramyxovirus, termasuk virus ss-RNA yang berukuran 150-250 milimikron, dengan bentuk bervariasi tetapi umumnya berbentuk spherik. Newcastle Disease (ND) merupakan penyakit menular akut yang menyerang ayam dan jenis unggas lainnya dengan gejala klinis berupa gangguan pernafasan, pencernaan dan syaraf disertai mortalitas yang sangat tinggi.

Gejala Klinis : Tergantung pada virulensi virus yang menulari, gejala klinis yang ditimbulkan juga bermacam-macam, mulai dari asymptomatis, gejala pernafasan ringan, pernafasan disertai dengan gangguan syaraf, atau kombinasi gangguan respirasi, syaraf dan digesti.

Pencegahan dan Pengobatan : Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan vaksinasi secara teratur. Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan ND. Usaha yang dapat dilakukan adalah membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makannya dengan memberikan tambahan vitamin dan mineral.

14. Penyakit Swollen Head Syndrome (SHS)

Penyebab : Penyebab penyakit SHS adalah virus ss-RNA dari genus pneumovirus yang merupakan famili dari Paramyxoviridae. Swollen Head Syndrome (SHS) merupakan penyakit viral yang sangat menular pada ayam yang ditandai dengan kebengkakan pada daerah kepala, menimbulkan gejala pernafasan dan turunnya produksi telur.

Gejala Klinis : Gejala klinis SHS adalah pembengkakan pada sinus periorbitalis dan sinus infraorbitalis, selain itu terlihat pula adanya torticolis, opisthotonus, inkoordinasi, depresi dan adanya gangguan pernafasan. Pada ayam petelur terjadi penurunan produksi telur.

Pencegahan dan Pengobatan : Manajemen peternakan yang baik penting dilakukan untuk mencegah kejadian penyakit SHS. Pemberian antibiotik memperlihatkan keberhasilan yang bervariasi. Keberhasilan pemberian antibiotik pada kasus SHS berat, ternyata hanya mampu mencegah infeksi sekunder oleh bakteri.

15. Penyakit Viral Arthritis

Penyebab : Penyebab VA adalah Orthoreovirus yang tergolong famili Reoviridae. Reovirus penyebab VA termasuk virus ds-RNA, tidak beramplop, berbentuk simetris ikosahedral dan berukuran sekitar 75 nm. Viral Arthritis (VA) merupakan penyakit viral pada ayam dengan gejala khas berupa lesi pada membran synovial, tendo dan pembungkus tendo.

Gejala Klinis : Gejala klinis yang umum terjadi adalah kepincangan, ayam tampak malas bergerak, pertumbuhan terhambat. Ada 2 (dua) bentuk gejala klinis, yaitu bentuk tenosynovitis atau arthritis dan sistemik.

Pencegahan dan Pengobatan : Tindakan pencegahan yang paling efektif adalah dengan vaksinasi. Sampai saat ini tidak ada obat yang efektif untuk pengobatan terhadap VA.

Demikianlah informasi dari Sabung Ayam Online tentang Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Viral Pada Ayam. Semoga penjelasan di atas menjadi berguna dan bermanfaat untuk para pecinta ayam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *